Saif al-Islam, putra Gaddafi, 'ditangkap di Libia'


Pemerintah sementara Libia mengatakan Saif al-Islam Gaddafi, putra mendiang Muammar Gaddafi, telah ditangkap di dekat Obari, Libia.
Menteri Kehakiman Dewan Peralihan Nasional Libia Mohammed al-Allaqi mengatakan Saif al-Islam ditangkap di dekat kota gurun pasir Obari, Libia bagian selatan.
"Kita telah menangkap Saif al-Islam Gaddafi di daerah Obari," kata Mohammed al-Allaqi, Sabtu (19/11).
Dia menambahkan Saif al-Islam ditangkap oleh petempur yang bermarkas di kota Zintan dan putra mendiang Kolonel Gaddafi tersebut tidak mengalami luka-luka.
Para pejabat Libia mengatakan Saif al-Islam kemudian diterbangkan dengan helikopter ke Zintan. Mereka mengatakan Saif berusaha masuk ke wilayah Niger, tempat salah satu saudaranya diberi suaka.
Seorang komandan brigade Zintan yang bekerjasama dengan Dewan Peralihan Nasional mengadakan jumpa pers dan mengatakan Saif ditangkap ketika para pembantu dekatnya berusaha menyelundupkan Saif ke Niger.

Disambut

Saif al-Islam sebelumnya disebut-sebut dipersiapkan untuk menggantikan ayahnya, Mummar Gaddafi, tetapi ayahnya digulingkan dari kekuasaan dalam pergolakan dan kemudian tewas tak lama setelah ditangkap pada 20 Oktober.
Saif melarikan diri sejak Agustus 2011 dan dicari Mahkamah Kejahatan Internasional dengan tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Wartawan BBC di ibukota Libia, Tripoli, Rana Jawad mengatakan penangkapan Saif al-Islam ini merupakan perkembangan penting bagi rakyat Libia. Mereka memandang Saif sebagai penerus kekuasaan ayahnya.
Namun dia juga dipandang sebagai sosok yang lebih liberal di antara anak-anak Gaddafi dan disenangi Barat.
Berita penangkapan Saif ini langsung disambut dengan perayaaan di jalan-jalan Tripoli. Suara klakson dan tembakan ke udara terdengar di sejumlah sudut kota.
Saif al-Islam juga pernah dilaporkan tertangkap sebelumnya. Pada Agustus lalu, pasukan pemberontak mengumumkan penangkapan Saif ketika mereka menguasai Tripoli, tetapi tak lama kemudian Saif muncul lagi di depan umum.