Puting Beliung Terjang Jawa Timur


Terjangan angin puting beliung yang sering melanda sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur tampaknya belum akan berhenti. Setelah menyerang Kabupaten Tuban, kali ini angin kencang tersebut kembali mengamuk lagi di Kabupaten Bojonegoro dan merobohkan lima rumah.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sedangkan kerugian materi hingga saat ini masih dalam pendataan.

"Laporan sementara dari desa ada lima rumah yang roboh. Tapi, detailnya belum kita ketahui. Sebab, saya sedang ada tugas dinas di Jakarta,” ujar Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, MZ Budi Mulyono, Minggu, 11 Desember 2011.

Budi mengungkapkan, terjangan angin puting beliung yang terjadi kali ini menerjang dua desa di Kecamatan Kepohbaru. Musibah ini mengakibatkan 5 rumah roboh.

Sementara itu, Kepala Desa Mojosari, Suwito, menyatakan terjangan angin kencang tersebut terjadi pada Sabtu 10 Desember, sore. Saat itu angin disertai hujan deras, dan langsung membuat dua rumah warganya roboh.

Suwito menjelaskan terjangan angin tersebut berlangsung cepat. "Namun, tidak ada korban jiwa. Sebab, pemiliknya berhasil menyelamatkan diri," jelasnya.

Amuk puting beliung ini, diakui Suwito, adalah pertama kali terjadi di desanya. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian ini ke Camat.

Dari data sementara pihak desa, diketahui lima rumah roboh itu berada di dua desa di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Selain merobohkan roboh, angin berbahaya itu juga merusak sebuah bangunan di desa setempat.

Kelima rumah itu, dua di antaranya milik M Zaenuri, Sirjo, dan sebuah gudang penggilingan padi yang ada di Dusun Nglebleh, Desa Mojosari. Sedangkan, tiga rumah lainnya di Desa Sumberagung, masih dalam pendataan.

Dilaporkan, dua rumah milik warga rata dengan tanah setelah diterjang angin puting beliung tersebut. (Laporan Pambudi Eko, Bojonegoro)